Home Top Ad

Penanaman Fundamental Kesehatan

Share:

Doktrin dan Penanaman Nilai Dasar Kesehatan di SDN Pangolangan 1

Kesehatan merupakan suatu hal yang sangat berharga dan penting bagi setiap insan manusia yang masih hidup di muka bumi. Bahkan kesehatan merupakan suatu hal yang tidak bisa ditukar dengan ukuran uang, karena berapapun uang yang dipunyai akan habis bila seseorang tersebut sakit-sakitan, sehingga memiliki kesehatan dan menjaga diri untuk sehat merupakan suatu hal yang sangatlah urgent. Kesehatan itu sesuatu yang sangat berharga bagi kita. Tubuh yang sehat akan memberikan kekuatan yang sehat pula pada pikiran kita selain itu jiwa dan rohani kita juga akan sehat. Dengan pikiran yang sehat maka kita akan bisa mengerjakan pekerjaan kita dengan baik dan hasilnyapun akan memuaskan. Bahkan  nikmatya kesehatan itu tidak bisa ditukar dengan sebuah harga yang fantastis seperti harga sebuah mobil Porche yang harganya mencapai 2,5 milyar. Seperti kata orang bijak “kekayaan yang paling berharga adalah kesehatan“.
Doktrin dan penanaman nilai dasar kesehatan harus dimulai sejak dini, karena ilmu yang diajarkan sejak kecil akan tertanam dengan baik di alam bawah sadar dan akan diingat sampai akhir hayatnya. Saat masih usia belia anak-anak terkadang masih melakukan hal yang disukainya, karena tidak tahu mana yang baik dan yang tidak. Maka dari itu, orang tua harus berperan aktif dalam tumbuh kembang anaknya. Pepatah Arab mengatakan “Orang yang memiliki kesehatan adalah orang yang memiliki harapan, dan orang yang memiliki harapan adalah orang yang mempunyai segalanya”. Sehingga sudah patut dikatakan bila kesehatan memang tak terukur harganya.

Penanaman nilai dasar dalam menjaga kesehatan ini sudah diterapkan di SDN Pangolangan 1, kecamatan Burneh, kabupaten Bangkalan. Karena mengajarkan pada anak usia belia masih sangat memunginkan dan ajaran yang telah disampaikan tersebut akan dilakukan hingga mereka dewasa nanti. Dari data yang dihimpun bahwa anak-anak Sekolah Dasar ini sebelumnya memang jajan sembarangan dan tanpa mencuci tangan sebelum makan. Demikian ini sama halnya dengan rata-rata anaknya yang seusianya, karena belum mengenal kebersihan. Maka dari itu, tujuan adanya kegiatan ini yaitu agar anak seusia mereka bisa meminimalisasi timbulnya penyakit dari pola hidup yang tidak bersih. Jangan sampai sikap habit yang bersifat buruk tertanam sejak kecil timbul dan nantinya akan berkembang sampai usia dewasa nanti, sehingga akan timbul penyakit dari sisi manapun.
Sumber penyebab penyakit memang tidak terlihat oleh mata secara langsung dan bisa berasal dari mana saja. Apabila ditelusuri lebih mendalam, bahwa tangan merupakan media penghantar utama penularan penyakit, karena tangan sering melakukan kontak langsung dengan berbagai benda atau area yang mengandung banyak kuman penyebab penyakit. Untuk mengatasi berbagai resiko penyakit tersebut maka biasakan untuk selalu mencuci tangan sebelum makan.
Berikut ini adalah berbagai resiko yang muncul apabila tidak mencuci tangan sebelum makan:
Infeksi Bakteri Salmonella
Apabila tidak mencuci tangan sebelum makan, dikhawatirkan akan timbul bakteri salmonella yang masih hinggap di tangan dan bakteri tersebut tidak akan mati. Akibatnya bakteri saimonella akan menyebar ke berbagai tempat, sehingga makanan yang disentuh dengan tangan pun terkontaminasi oleh bakteri tersebut. Kemudian, telur bakterisaimonella akan berpindah ke dalam saluran pencernaan, sehingga menyebabkan infeksi dengan gejala seperti keringat dingin, mual, muntah-muntah hingga diare.
Diare
Penyakit ini selalu menduduki peringkat pertaa di dunia sebagai penyebab kematian balita dan anak-anak. Penyebab utama diare adalah bakteri E.coli. Bakteri ini berasal dari kotoran manusia yang terinfeksi dan biasanya terdapat di toilet. Oleh karena it, wajib mencuci tangan setelah menggunakan toilet, apalagi jika kita menggunakan toilet umum. Cuci tangan akan menjaga si kecil dari penularan infeksi E.coli. Bakteri E.coli bisa masuk ke saluran pencernaan secara langsung dan akan mengakibatkan diare akut, hingga gagal ginjal jika tidak segera ditindaklanjuti dengan pengobatan.
Tertular Flu
Resiko ini umum terjadi, karena penularannya terjadi secara sederhana. Alur penularan yang umum terjadi biasanya dimulai dengan orang yang flu bersin-bersin kemudian menutup mulutnya dengan tangan. Lalu orang tersebut tidak mencuci tangandan langsung menyentuh atau menggunakan fasilitas umum. Virus flu dapat menyebar sangat cepat. Oleh karena itu, sebaiknya cuci tangan sebelum makan, apalagi setelah beraktivitas di luar ruangan, untuk mengurangi resiko penularan penyakt di tempat umum.
Cacingan
Ini adalah alasan mengapa Ibu harus mengajarkan si kecil cara mencuci tangan yang benar dan menjaga kesehatan kuku. Di dalam kuku yang kotor biasanya terdapat telur-telur cacing penyebab penyakit.Telur cacing yang menempel di tangan ukurannya tak kasat mata dan mudah terselip pada sela-sela kulit tangan. Jika tidak mencuci tangna sebelum makan, telur cacing yang terselip ini akan ikut termakan dan akan menetas di dalam usus. Inilah yag membuat tubuh mengidap penyakit cacingan. Perlu Ibu ketahui, cacing tak hanya menghisap darah, namun juga memakan karbohidrat dan protein di dalam tubuh. Nutrisi yang seharusnya untuk tubuh si kecil pun malah dihisap habis oleh cacing. Akibatnya si kecil akan mngidap anemia, kurang gizi dan menurunny tingkat kecerdasan.
Penyakit Hepatitis
Penyakit yang menyerang organ hati ini termasuk jenis penyakit yang mudah menular. Virus ini bisa menyebar dengan mudah lewat udara dan makanan. Tak hanya itu, kontak langsung bahkan lingkungan yang buruk bisa menjadi tempat endemi hepatitis. Penyakit hepatitis ditandai dengan gejala seperti kelelahan, kulit menguning, warna urin gelap, mual, dan muntah.
Resiko Radang Pernafasan
Sesak nafas, batuk, dan radang tenggorokan adalah contoh penyakit radang saluran pernafasan yang disebabkan tidak mencuci tangan sebelum makan. Proses penularan penyakit ini terjadi ketika sumber infeksi seperti bakteri atau virus berkembang dan masuk ke tubuh lewat makanan bersentuhan dengan lendir dalam tenggorokn, sehingga menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh. (MFS, Fitri)

Tidak ada komentar