Home Top Ad

Potensi Emas Kacang Tanah Desa Pangolangan

Share:
Desa Pangolangan merupakan sebuah desa yang ada di Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. Desa ini memiliki luas wilayah ± 5,40 km2, terletak di daerah dataran rendah yang bertepatan di Utara Desa Alas Kembang. Mayoritas penduduk Desa Pangolangan bermata pencaharian sebagai petani. Sehingga banyak komoditas yang bisa dihasilkan dari masing-masing mereka. Potensi yang dimiliki oleh Desa Pangolangan terkait sistem pertanian pun sangatlah melimpah, terutama dalam komoditas kacang tanah.

Kacang tanah sendiri merupakan suatu tanaman dari keluarga polong-polongan atau legum anggota suku Fabaceae yang biasa dibudidayakan keberadaannya. Kacang tanah menjadi salah satu tanaman yang sangat di gemari oleh banyak orang karena rasanya yang khas, gurih dan unik. Kacang  juga biasa dimanfaatkan sebagai bahan sambal, bumbu gado-gado, bahan kue, selain dan lain-lain.

Kacang tanah sebagai tanaman yang kaya akan lemak, mengandung banyak protein, Vit E, zat besi, kalsium, Vit B kompleks , Fosforus. Vit A, letisin dan kolum  yang bermafaat untuk menjaga ketahanan tubuh dalam mengatasi berbagai penyakit.
Tanaman kacang ini memiliki tiga bagian utama yang sangat penting yakni daun, batang dan akar yang berfungsi sebagai tempat keberlangsungan pertumbuhan tanaman. Serta yang kedua terdiri atas biji , buah dan bunga , sebagai hasil dari pertumbuhan yang produktif.

Kembali ke Desa Pangolangan, tanaman kacang di desa ini sangatlah melimpah sehingga begitu mudah ditemui keberadaannya di sisi kanan dan kiri jalan sepanjang Desa Pangolangan. Kacang tanah sendiri, ditanam tidak lain karena kondisi lahan yang tidak memungkinkan jika ditanami tanaman semacam sayur-sayuran. Sebab di Madura, khususnya di Desa Pangolangan rata-rata kondisi tanahnya adalah kering dan gembur.
Selain itu, pola penanaman pertanian yang masih menganut sistem monokultur (menanam tanaman sejenis dalam satu lahan) tergolong sangat baik karena mampu meningkatkan hasil pertanian. Dalam hal penyediaan bibit dan pupuk petani masihah mengandalkan pemberian dari kelompok tani.

Terkait pengairan pertanian, warga masyarakat Desa pangolangan menganut sistem tadah hujan. Sehingga di desa ini, perlakuan irigasi lahan masih mengalami kendala terutama di musim kemarau panjang. Hal ini nantinya berdampak pada hasil pertanian yang berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat Desa Pangolangan yang notabenenya berprofesi sebagai petani. Untuk penanganan hama sendiri di Desa Pangolangan masih mengenakan bahan obat tanaman yang berbahan dasar kimia sintetik, karena dari mereka banyak yang belum memahami terkait tata cara pengaplikasian pengendalian hama pangan dan teknik pemberian insektisida secara terpadu.

Menurut Sumail (48), warga masyarakat Desa Pangolangan setelah panen raya padi kedua, memang sengaja tidak menanam tanaman lain selain kacang. Sebab disisni (Desa Pangolangan) memiliki cuaca yang panas sehingga tidak semua jenis  tanaman bisa ditanam di lahan tersebut. Selain itu keberadaan air dan pupuk yang susah didapatkan juga menjadi salah satu problem pertanian. (Sukamti, MFS)

Tidak ada komentar