Home Top Ad

Fundamen Determinansi Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Share:
Jalan merupakan sarana dan prasarana yang sangatlah penting bagi kehidupan kita, jalan merupakan penghubung antara tempat yang satu dengan tempat yang lain. Jalan merupakan sarana yang pasti ditempuh oleh setiap makhluk hidup yang ada di muka bumi. Hal ini menyebabkan semua kegiatan yang kita lakukan tidak bisa terhindar dari jalan. Saat ini masalah infrastruktur jalan menjadi agenda penting untuk dibenahi, karena infrastruktur merupakan penentu utama keberlangsungan kegiatan pembangunan, diantaranya untuk mencapai target pembanguan ekonomi demi mencapai kesejahteraan masyarakat. Perbaikan dan peningkatan infrastruktur pada umumnya akan dapat meningkatkan mobilitas penduduk, terciptanya penurunan ongkos pengiriman barang, terdapatnya pengangkutan barang-barang dengan kecepatan yang lebih tinggi, dan perbaikan kualitas dari jasa-jasa pengangkutan tersebut.

Maka Pembangunan infrastruktur jalan tersebut juga sangat penting agar fasilitas yang ada menunjang dan menjadi jalan yang efisien serta aman bagi masyarakat yang menggunakannya, tidak hanya itu material jalan yang di gunakan untuk membuat sebuah jalan pun harus di perhatikan, karena hal itu merupakan hal yang penting saat pembuatan jalan agar jalan tahan lam dan tidak memakan biaya yang lebih besar. Sturktur yang ada pun harus sangat di perhatikan karena setiap daerah mempunyai kontur tanah yang berbeda jadi kita harus memperhatikan struktur jalan dan cara pengerjaan jalan tersebut dengan benar, agar berfungsi dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat.
Menurut Adji Adisasmita (2011:79), “Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang meliputi bagian jalan termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah atau air serta di atas permukaan air”. Artinya jalan merupakan sarana transportasi darat yang meliputi rambu lalu lintas, lampu penerangan jalan, pagar pembatas jalan, penghubung jalan seperti jembatan, dan lain sebagainya.
Menurut Rinaldi Mirsa (2011:54), “dalam suatu kota, pola jaringan jalan biasanya terbentuk melalui proses yang sangat panjang dan merupakan bagian berkelanjutan dari pola yang ada sebelumnya”. Artinya jalan yang di bangun saat ini merupakan jaringan yang saling berhubungan yang telah di rencanakan sejak lama dan bersifat berkelanjutan dari waktu ke waktu dan akan terus berkembang sampai menjadi pola jaringan yang ideal.
Menurut Todaro (2000:18), menyatakan bahwa “pembangunan bukan hanya fenomena semata, namun pada akhirnya pembangunan tersebut harus melam­paui sisi materi dan keuangan dari kehidupan ma­nusia. Todaro dalam bukunya mendefinisikan pemban­gunan merupakan suatu proses multidimensial yang meliputi perubahan-perubahan struktur sosial, sikap masyarakat, lembaga-lembaga nasional, sekaligus peningkatan pertumbuhan ekonomi, pengurangan kesenjangan dan pemberantasan kemiskinan”. Menurut Gant dalam Suryono (2001:31), tujuan pembangunan ada dua tahap. “Pertama, Pembangunan bertujuan untuk menghapuskan ke­miskinan masyarakat. Apabila tujuan ini sudah mulai dirasakan hasilnya, maka tahap kedua adalah menciptakan kesempatan-kesempatan bagi warganya untuk mendapatkan hidup bahagia dan terpenuhi segala kebutuhannya. Untuk mencapai keberhasilan pembangunan tersebut, maka banyak aspek atau hal-hal yang harus diperhatikan, di antaranya adalah keterlibatan masyarakat di dalam pembangunan”.
Pemerintah sangat menentukan pembangunan jalan, karena pemerintah lah yang mempunyai kewenangan dan kuasa untuk membangun jalan dan infrastrukturnya, tetapi tidak hanya keterlibatan pemerintah saja yang di perlukan, keterlibatan masyarakat setempat dalam setiap tahapan (tahap perencanaan sampai dengan tahap operasional dan pemeliharaan) juga perlu dilakukan. Perlibatan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur jalan pedesaan akan memberikan beberapa dampak, antara lain:
1.    Kualitas pekerjaan yang dihasilkan,
2.    Keberlangsungan operasional dan pemeliharaan infrastruktur tersebut,
3.    Kemampuan masyarakat dalam membangun suatu kemitraan dengan berbagai pihak,
4.    Penguatan  kapasitas   masyarakat   untuk   mampu   mandiri   memfasilitasi kegiatan masyarakat dalam wilayahnya.


Di dalam jangka pendek pembangunan infrastruktur jalan akan menciptakan lapangan kerja sektor konstruksi dalam jangka menengah dan panjang akan mendukung peningkatan efisiensi dan produktifitas sektor-sektor ekonomi terkait, sehingga pembangunan infrastruktur jalan dapat dianggap sebagai strategi untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan, pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas hidup, peningkatan mobilitas barang.
Contoh peningkatkan di sektor hasil persawahan dan perkebunan masyarakat yang ada akan meningkat misalnya, Desa Pangolangan sebelumnya masyarakat membawa hasil pertanian untuk dipasarkan kepusat kecamatan atau diperkotaan dengan menggunakan keranjang atau karung dengan isi paling maksimum 5-20 kg, namun setelah infrastruktur jalan terbangun, masyarakat desa ini sudah dapat membawa hasil pertaniannya hingga 50-100 kg dengan menggunakan gerobak sorong maupun dengan becak motor. Demikian juga dengan biaya transportasi, biaya kebutuhan untuk pemenuhan kebetuhan hidup masyarakat dimana sebelum terbangunnya jalan semua harga barang menjadi naik karena mengingat biaya transportasi dan jarak jalan yang ditempuh memakan waktu yang cukup lama, sehingga secara otomatis para pedagang mengikuti dan menyesuaikan biaya    yang dikeluarkan. Seperti ongkos ojek atau angkutan umum sebelumnya bisa    mencapai     Rp. 15.000 – Rp. 25.000, setelah terbangunnya infrastruktur jalan yang memadai ini, ongkos transportasi menjadi   menurun    hingga    mencapai    Rp. 5.000 – Rp. 10.000 sesuai dengan tarif yang berlaku. Kondisi ini memberikan gambaran bahwa keberhasilan dalam pembangunan jalan kegiatan kesejahteraan masyarakat, untuk meningkatkan mutu pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sosial salah satunya disebabkan oleh pembangunan infrastruktur jalan untuk meningkatkan pendapatan penduduk desa dan memperlancar mobiltas masyarakat. (M. Fuji S.)

Tidak ada komentar