Home Top Ad

Pelatihan Pengolahan Potensi Kacang dan Residu Nasi

Share:
Pelatihan (training) merupakan proses pembelajaran yang melibatkan perolehan keahlian, konsep, peraturan, atau sikap untuk meningkatkan kinerja tenga kerja (Simamora:2006:273). Menurut pasal I ayat 9 undang-undang No.13 Tahun 2003. Pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat ketrampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan dan pekerjaan.

Tujuan dan Manfaat Pelatihan
Menurut Carrell dan Kuzmits (1982 : 278), tujuan utama pelatihan dapat dibagi menjadi 5 area:
  1. Untuk meningkatkan ketrampilan karyawan sesuai dengan perubahan teknologi.
  2. Untuk mengurangi waktu belajar bagi karyawan baru agar menjadi kompeten.
  3. Untuk membantu masalah operasional.
  4. Untuk menyiapkan karyawan dalam promosi.
  5. Untuk memberi orientasi karyawan untuk lebih mengenal organisasinya
Menurut Procton dan Thornton (1983 : 4) menyatakan bahwa tujuan pelatihan adalah:
  1. Untuk menyesuaikan diri terhadap tuntutan bisnis dan operasional-operasional industri sejak hari pertama masuk kerja.
  2. Memperoleh kemajuan sebagai kekuatan yang produktif dalam perusahaan dengan jalan mengembangkan kebutuhan ketrampilan, pengetahuan dan sikap.
Beberapa manfaat nyata dari program pelatihan adalah (Simamora, 2004 : 278) :
  1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas produktivitas,
  2. Mengurangi waktu pembelajaran yang diperlukan karyawan untuk mencapai standar kerja yang dapat diterima,
  3. Membentuk sikap, loyalitas, dan kerja sama yang lebih menguntungkan,
  4. Memenuhi kebutuhan perencanaan sumber daya manusia,
  5. Mengurangi frekuensi dan biaya kecelakaan kerja,
  6. Membantu karyawan dalam peningkatan dan pengembangan pribadi.
Di dalam hal ini, kelompok KKN 21 UTM melakukan kegiatan demo pangan. Ini merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk mensosialisasikan pengolahan dan pengembangan dari hasil-hasil pertanian menjadi suatu produk yang memiliki nilai tambah maupun nilai guna tinggi. Hal ini dilakukan karena kurangnya kemampuan masyarakat dalam pengembangan hasil pertanian yang ada. Adapun rangkaian kegiatan dari demo pangan ini adalah:


1. Penyuluhan tentang pengolahan hasil pertanian berupa kacang tanah
Kegiatan ini selain melakukan penyuluhan juga dilanjut dengan praktek oleh masyarakat setempat. Dengan tujuan memberikan penyuluhan pengolahan hasil pertanian menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi. Penyuluhan tersebut berisikan tentang:
1)         Pelatihan Pembuatan Selai Kacang Tanah
Selai kacang tanah merupakan makanan yang dibuat dari kacang tanah yang disangrai dan dihaluskan setelah diberi gula dan garam. Selai kacang dijual dalam kemasan toples plastik atau gelas dengan bermacam variasi rasa. Jenis selai kacang yang hals disebut creamy atau smooth, sedangkan selai kacang yang ditambah kacang tanah yang digiling kasar disebut crunchy. Variasi lain berupa selai kacang dicampur dengan coklat dan honey roasted yang mengandung madu.
Cara membuat selai kacang:
Bahan-bahan:
a.         500 g kacang tanah kupas mentah (sangrai),
b.         30 ml (2 sdm) minyak kacang tanah atau minyak sayur lainnya,
c.         Garam secukupnya,
d.         Gula atau madu secukupnya,
Alat:
a.         Oven atau wajan dan Kompor,
b.         Food Processor,
c.         Botol atau Kemasan Selai,
Langkah Pembuatan:
a.         Sangrai atau panggang kacang tanah,
b.         Haluskan selagi masih hangat,
c.         Tambahkan minyak sayur (usahakan yang tanpa bau), dan
d.         Sajikan atau pindahkan selai ke botol kedap udara.

2)         Pelatihan Pembuatan Ting Ting Kacang
Bahan-bahan: Kacang tanah, gula pasir, jahe parut, margarin
Langkah pembuatan:
1.         Sangrai kacang tanah lalu cincang kasar,
2.         Panaskan gula pasir hingga menjadi karamel, lalu masukkan kacang tanah cincang dan jahe parut, aduk rata dan segera angkat,
3.         Masukkan kacang, aduk sampai menyatu dengan gula,
4.         Ratakan dengan loyang yang sudah dioles margarin, sambil terus ditipiskan sesuai ketebalan yang diinginkan,
5.         Selagi masih panas segera potong sesuai selera, dan
6.         Biarkan dingin dan sajikan.
3)         Pemanfaat Nasi yang Tidak Dimakan, Namun Masih Layak Konsumsi

3) Pembuatan CIKARIUK (Ciky Karak Kriuk)
Bahan-bahan: Nasi, Minyak, Bumbu
Langkah Pembuatan:
1.         Siapkan nasi yang tidak dipakai dan masih layak konsumsi,
2.         Siapkan nampan,
3.         Taruh nasi dalam nampan, ratakan dan keringkan  dengan cara dijemur dibawah terik matahari ± 8 jam,
4.         Angkat nasi yang sudah kering,
5.         Siapkan wajan, lalu panaskan minyak,
6.         Setelah minyak panas, masukkan nasi kering yang telah dijemur,
7.         Goreng hingga matang, lalu angkat, dan
8.         Tiriskan, lalu tambahkan perasa sesuai selera (Original, Balado, Keju, Sapi Panggang, dan varian rasa lainnya).

Dari pelatihan yang telah dilakukan oleh kelompok KKN 21 tersebut terhadap warga desa Pangolangan, khususnya ibu-ibu PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) mereka sangat antusias dan mengapresiasi dengan adanya pelatihan ini. Karena sebelum adanya pelatihan ini, mereka menjadikan kacang hanya sebagai makanan rebus saja dan tidak diolah menjadi produk apapun. Begitu juga dengan nasi yang lebih namun masih layak konsumsi, warga menjadikannya untuk pakan ayam.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami bisa membuat sendiri dengan bantuan adik-adik KKN, karena mereka memfasilitasi dalam hal pembuatan selai kacang, kacang ting-ting, dan cikariuk. Rencanaya saya setelah ini yaitu akan menjualnya produk tersebut di toko, warung dan sekolah terdekat, karena cikariuk ini harganya juga terjangkau buat anak seusia SD, tutur Nurulhayati warga sekitar posko KKN”. (M. Fuji S.)

Tidak ada komentar