Home Top Ad

Sebongkah Tempurung Kelapa Sebagai Ladang Pekerjaan dan Penyambung Hidup

Share:
Industri rumah tangga (home industry) adalah industri yang menggunakan tenaga kerja kurang dari empat orang. Ciri-Cirinya, yaitu memiliki modal yang sangat terbatas, tenaga kerja berasal dari anggota keluarga, dan pemilik atau pengolah industri biasanya kepala rumah tangga itu sendiri atau anggota keluarganya. Misalnya, industri anyaman, industri kerajinan, industri tempe atau tahu. Industri merupakan suatu kegiatan yang dijalankan oleh manusia kemudian mengolah bahan Mentah menjadi barang jadi atau barang setengah jadi untuk menghasilkan barang yang lebih tinggi nilainya dengan mempergunakan teknologi tertentu. Industri merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan mutu sumberdaya manusia dan kemampuan untuk memanfaatkan sumber daya alam secara optimal. UU Perindustrian No 5 Tahun 1984, industri adalah kegiatan ekonomi yang menolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan atau barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaannya termasuk kegiatan rancangan bangun dan perekayasaan industri.
Seperti yang kita tahu, pohon kelapa mempunyai banyak manfaat, dari ujung bawah akar sampai ujung atas daunnya. Salah satunya adalah batok kelapa yang bisa dimanfaatkan sebagai arang. Sering kali kita melihat limbah tempurung atau batok kelapa yang berceceran dipasar tradisional. Padahal batok kelapa itu merupakan bahan baku untuk dijadikan arang yang bernilai ekonomis dan cukup menjnjikan bagi yang ingin memulai usaha. Potensi bisnis arang batok kelapa sangatlah besar, terlebih didalam negeri yang dimanfaatkan untuk keperluan memanggang, konsumennya kebanyakan pedagang sate maupun pedagang penjual makanan lainnya yang di panggang. Tidak hanya itu, arang juga memiliki banyak manfaat dibidang pertanian untuk menyuburkan tanamannya.

Proses pengolahan batok kelapa menjadi arang dilakukan dengan cara dibakar. Jadi, setelah mendapat batok kelapa, kemudian setumpuk tempurung kelapa dimasukkan ke dalam drum. Kemudian tempurung kelapa dibakar sedikit demi sedikit hingga penuh. Setelah semalaman barulah kemudian diayak untuk menyaring batok yang berkualitas baik seperti tampak di Desa Pangolangan, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan.
Setelah kami (kelompok kkn 21 UTM 2018) berkunjung ke tempat pembuatan arang batok kelapa tersebut, diketahui bahwa pemilik usaha tersebut bernama Bapak Pahol. Usaha ini baru berjalan satu tahun, namun dalam sebulan, omset dari usaha arang batok kelapa milik Bapak Pahol bisa mencapai minimal satu juta rupiah. Ini adalah suatu penghasilan yang cukup lumayan bagi orang yang ingin memulai sebuah usaha apalagi jika usaha tersebut bisa dikelola sebaik mungkin. Menurut Bapak Pahol, besar kecilnya pendapatan yang diperoleh bergantung dari sedikit banyaknya stok batok kelapa yang dimiliki. Jadi, semakin banyak stok batok kelapa maka semakin banyak pula pendapatan yang diperoleh. Bayangkan saja, dalam waktu 3 hari, Bapak Pahol sudah bisa memproses batok kelapa sebanyak 80 karung dan harga batok kelapa perkarungnya seharga 20ribu. Kemudian, dari 80 karung tersebut sudah bisa mendapatkan hasil bersih 400ribu. Jadi apabaila setiap 3 hari kita bisa mendapatkan 400ribu, maka dalam sebulan kita bisa memperoleh hasil bersih 4 juta. Hal ini bisa sebanding dengan  penghasilan PNS.
Usaha ini cukup berhasil menghidupi keluarga Bapak Pahol selama kurang lebih satu tahun. Dari tahun ke tahun permintaan arang batok kelapa terus meingkat. Biasanya, Bapak Pahol memasarkan arang batok kelapa ini ke Surabaya, bahkan hingga saat ini sudah ada banyak pelanggan yang siap menerima arang batok kelapa milik Bapak Pahol ini. Setiap harinya sudah ada para pengepul yang siap menampung arang batok. Dalam menjalankan usaha ini, Bapak Pahol hanya dibantu keluarganya untuk proses  pembuatan arang tersebut. Harapan Bapak Pahol kedepannya ialah semoga lebih banyak lagi batok kelapa yang bisa didapatkan, karna usaha ini bergantung pada banyaknya batok kelapa yang tersedia.

Tak akan ada harapan apabila tak ada permasalahan. Selama menjalankan usaha ini, keluh kesah Bapak Pahol hanya mengenai asap pembakaran batok kelapa dalam drum. Karna memang dalam proses pembakaran batok kelapa tersebut, asap yang dikeluarkan lumayan banyak. Jadi, apabila ingin menjalankan usaha ini perlu ruangan yang cukup luas bahkan jika perlu diluar ruangan dan jauh dari rumah warga agar asapnya tidak mengganggu warga sekitar. Namun, jika memang ingin memulai usaha ini di perkotaan bisa saja dengan membuat saluran asapnya membumbung tinggi ke atas awan melalui corong layaknya pabrik-pabrik di kota besar.
Jika Bapak Pahol mempunyai harapan, kami pun selaku kelompok kkn 21 UTM 2018 juga pasti memiliki harapan yang semoga saja bisa didengar bahkan dilakukan bagi siapa saja yang ingin bermanfaat untuk manusia yang lain. Tak banyak harapan kami, hanya ingin semua orang lebih menghargai apa yang sudah ada di Indonesia khususnya di desa Pangolangan, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. Jadi, jika ada yang menginginkan Indonesia menjadi negara yang maju, mari kita saaling membantu satu sama lain salah satu caranya dengan membantu usaha Bapak Pahol ini agar bisa berkembang, khususnya untuk Pemerintah setempat yang bisa membaca tulisan ini. Banyak lagi Usaha Kecil Menengah maupun potensi desa yang lainnya yang dapat mengembangkan desa Pangolangan, terlebih lagi apabila ada BUMDES.
Jadi, untuk para pembaca yang berminat ingin membeli arang batok kelapa milik bapak Pahol khususnya daerah sekitar desa Pangolang silahkan langsung datangi rumah Bapak Pahol di Dusun Balugan, Desa Pangolangan, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. Biasanya Bapak Pahol menjual arang batok kelapa ini hanya seharga Rp 7.500,- per kilo kepada pengepul. (Fitri, Zainuri, and MFS)

Tidak ada komentar