Home Top Ad

Value Added Pengolahan Rambutan

Share:
Rambutan merupakan salah satu jenis buah-buahan yang digemari  oleh masyarakat Indonesia. Ketika mendengar nama buah rambutan, hal pertama yang akan terpikirkan ialah bentuknya yang unik dengan rambut di seluruh permukaan kulit buahnya. Memiliki buah yang lembut berwarna putih serta kulitnya yang berwarna merah ketika masak. Memiliki daging kulit yang tebal dan rasa tekstur yang renyah,  rambutan memiliki kandungan vitamin C yang tinggi.


Selain mengandung banyak vitamin C, masih banyak manfaat yang terkandung dalam buah ranbutan. Diantaranya, buah raambutan mengandung banyak /karbohidrat sehingga dapat menjadi sumber energi, rambutan mengandung protein yang daoat mengganti kerusakan sel dan sel yang rusak menjadi sel yang baru. Jika seorang mengalami gangguan pencernaa, rambutan bisa menjasi salah satu solusi karena mengandung serat yang tinggi. Vitamin A yang biasa kita dapatkan pada wortel juga dapat kita temukan pada buah rambutan yang dapat menyehatkan mata. Selain bebersps hal di atas rambutan juga menjadi sumber mineral sepeti kalsium, zat besi, fosfor, niacin, potassium, zinc dan magnesium.
Di Indonesia sendiri rambutan dikenal dengan buah musiman yang dapat berbuah setidaknya satu tahun sekali, dan jika pohon tersebut produktif dapat tumbuh dua kali dalam setahun. Di kecamatan Burneh, Bangkalan tepatnya di desa Pangolangan, rambutan merupakan jenis buah yang  tumbuh hampir di setiap rumah warga. Selain karena rambutan dapat tumbuh dengan mudah, rambutan juga menjadi salah satu potensi pangan di desa tersebut. Warga sendiri mnengaku cukup senang dengan adanya buah rambutan yang mereka tanam, selain karena bisa dinikmati sendiri rambutan tersebut juga dapat dijual untuk menjadi tamnbahan penghasilan.
Desa Pangolangan memang merupakan desa yang jauh dari pusat kota, akan tetapi desa Pangolangan memiliki banyak potensi pangan yang berlimpah dam mungkin belum banyak orang yang tahu. Selain rambutan, masih banyak lagi potensi pangan di desa Pangolangan yang perlu dikembangkan lagi.
Rambutan adalah salah satu tanaman yang multi guna selain dapat dikonsumsi          buahnya tetapi semua bagian dari tanaman ini, dari kulit, daun, biji, sampai akar, dapat berfungsi sebagai obat demam, uban, disentri, sariawan, sampai kencing manis, bisa luntur dengan ramuan yang tepat. Bagian tanaman yang bermanfaat : kulit buah, kulit kayu, daun, biji, dan akarnya.
Detail manfaatnya adalah sebagai berikut :
1.    Kulit buah      : untuk mengatasi disentri, demam
2.    Kulit kayu      : untuk mengatasi sariawan
3.    Daun            : untuk mengatasi diare dan menghitamkan rambut
4.    Akar             : untuk mengatasi demam
5.    Biji               : untuk mengatasi kencing manis (diabetes melitus)
Pemakaian :
Disentri
Cuci kulit buah rambutan (10 buah), potong-potong seperlunya. Tambahkan 3 gelas minum air bersih, lalu rebus sampai menjadi 1 gelas, minum 2 x sehari.
Demam
Cuci kulit buah rambutan yang telah dikeringkan (15 g). Tambahkan 3 gelas air bersih, lalu rebus sampai mendidih selama 15 menit. Minum 3 x sehari. Menghitamkan rambut beruban.  Cuci daun rambutan secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan sedikit air dan aduk sampai menjadi adonan bubur. Peras dan saring dengan kain, Gunakan untuk membasahi rambut kepala. Lakukan setiap hari sampai terlihat hasilnya.
Kencing manis
Gongseng biji rambutan (lima biji), lalu giling sampai menjadi serbuk. Seduh dengan satu cangkir air panas. Setelah dingin, minum airnya sekaligus. Lakukan 1--2 kali sehari.
Sariawan
Cuci kulit kayu rambutan (tiga ruas jari), lalu rebus dengan dua gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Gunakan untuk berkumur selagi hangat.
Bunga jantan rambutan
Pertumbuhan rambutan dipengaruhi oleh ketersediaan air. Setelah masa berbuah selesai, pohon rambutan akan merona (flushing) menghasilkan cabang dan daun baru. Tahap ini sangat jelas teramati dengan warna pohon yang hijau muda karena didominasi oleh daun muda. Pertumbuhan ini akan berhenti ketika ketersediaan air terbatas dan tumbuhan beristirahat tumbu.
Di desa Pangolangan hampir setiap rumah warga mempunyai pohon rambutan di pekarangan rumahnya. Karena unsur tanah di daerah ini memang cocok untuk ditanami buah rambutan, karena mengingat tanahnya juga subur, sehingga buah rambutan akan maksimal perkembangannya. Disadari atau tidak bahwa masyarakat desa ini langsung mengkonsumsi rambutan secara langsung, terkadang ada juga yang dijual ke pengepul dengan harga miring. Lebih baik diolah menjadi suatu produk agar memiliki nilai tambah, yaitu selai rambutan.
Pengolahan selai rambutan meliputi tiga tahap utama yaitu persiapan bahan, pemasakan dan pengisian. Persiapan bahan dimulai dengan pemilihan bahan baku selai, kemudian pencucian ( Herdiani,2003 cit Lubis,2007). Selama pemasakan harus dilakukan pengadukan agar campuran bahan selai, yakni buah, pektin, gula dan asam menjadi homogen. Pengadukan bertujuan untuk memperoleh struktur gel. Pengadukan juga tidak boleh terlalu cepat karena dapat menimbulkan gelembung – gelembung yang dapat merusak tekstur dan penampakan akhir ( Fachruddin,1997 cit Maryam,2010).

Menurut Astawan et al. (1991) cit Rahmi (2002), lama pemasakan perlu diperhatikan agar dapat memberikan kekentalan selai yang baik. Pemasakan yang terlalu lama akan menghasilkan selai yang terlalu keras, sedangkan pemasakan yang terlalu singkat akan menghasilkan selai yang terlalu encer. Untuk menentukan titik akhir pemasakan dapat dilakukan dengan spoon test. Menurut Muchtadi et al.(1979) cit Maryam (2010), spoon test dilakukan dengan cara mengambil adonan dengan ujung sendok dimiringkan, jika tidak segera jatuh berarti pembuatan selai sudah selesai. (Ria, M. Fuji S.)

Tidak ada komentar